Cari
  • Waroeng Kemarang

KOPAT "Negaraken" Jogging Track Tamansuruh

Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) Banyuwangi tidak mau ketinggalan dengan adanya Jogging Track Tamansuruh, dimana pintu Kemarang dengan Pintu Pereng-Puthuk Kedawung sudah terhubing. Pada hari Rabu 16 Nopember 2022, sekitar 60 orang anggota KOPAT ikut mencoba, dengan tagar: #KOPATNEGARAKENJOGGINGTRACTAMANSURUH.


Jalan bersama diawali dari Parkiran Waroeng Kemarang dimana pintu Jogging Track masih dalam proses pembuatan. Owner Waroeng Kemarang Ir. Wowok Meirianto, MT. mengatakan bahwa Jogging Track Tamansuruh merupakan CSR dari Waroeng Kemarang, untuk menunjanh akses pertanian masyarakat sekitarnya, namun juga berfungsi untuk destinasi wisata berolahraga. Menurut perencanaan, Jogging Track Tamansuruh akan memiliki ring timur dan ring barat yang akan terhibung, saat ini yang terhubung baru ring barat, imbuhnya.


Kepala Desa Tamansutuh Teguh Eko Rahadi, S. AB., menambahkan bahwa, kolaborasi antara Pemdes, Masyarakat pemilik lahan, dan Pengusaha adalah sangat penting. Jogging Track Tamansuruh dapat terwujud oleh karena kolaborasi yang baik antara Pemdes Tamansuruh, Kemarang, dan Pemilik lahan. Untuk rencana selanjutnya, kami akan mengajak semua pemilik lahan untuk studi banding ke jogging track di Bali, agar pemilik lahan mendapatkan pengalaman praktis langsung dari pemilik lahan jogging track di Bali yang telah beroperasi dengan baik.



Acara KOPAT "Negaraken" (mencoba) Jogging Track Tamansuruh berhenti bersama di Batu Megalitikum Puthuk Kedawung yang diberi nama BATU TRINIJI, diduga sebagai tempat pemujaan masa pra-sejarah.


Di akhir acara, semua anggota KOPAT berkumpul di Rumah Adat Terbesar Waroeng Kemarang, ramah-tamah, serta ada kejutan pemilihan peserta jogging ter-unik.

Pak Nik Bendol, Peserta Ter-unik berfoto di Batu Triniji, bersama Bu Ririt Meirianto-Owner Kemarang.


101 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Kemarang News