Cari
  • Waroeng Kemarang

Menu Tradisional Khas Osing Banyuwangi menjadi Andalan Waroeng Kemarang

Semula kami sempat ragu untuk menjual Makanan Tradisional Khas Suku Osing Banyuwangi, karena beberapa alasan yaitu: tukang masaknya harus benar-benar orang desa yang biasa memasak, penampilan masakan biasanya sangat sederhana ala pedesaan. Namun, dengan keberanian untuk mengangkat makanan khas Banyuwangi, kami memberanikan diri untuk menyajikannya di Waroeng Kemarang. Kami adakan demo memasak dan rekrut Ibu-ibu rumahngga yang biasa memasak masakan tradisional, kemudian membuat penyajian yang sederhana, namun khas pedesaan suku Osing Banyuwangi. Sedangkan untuk pegawai waiter, kami pilih anak-anak yang masih muda berpenampilan menarik, mau bekerja keras, lulusan SMK dan D4 dari Politeknik Negeri Banyuwangi.


Menu yang menjadi andalan Waroeng Kemarang adalah: Sego Tempong, Pecel Pitik, Rujak Soto, Uyah Asem (Kesrut). Sedangkan Kue tradisional andalan yang menjadi Best Seller adalah Kue Kucur, kemudian diikuti Tahu Walik, Onde-onde, dan Pisang Goreng. Selain itu, kami juga menyediakan menu standar umum lainnya untuk tamu yang kiranya tidak ingin spekulasi dengan mencoba rasa makanan tradisional antara lain seperti: Nasi Goreng Ndeso, Mie Goreng, Soto, Rawon, Semanggi, Ikan Wader, Ayam Goreng, Lele Goreng, Ikan Asin, Jangan Leroban/Sayur, kue Lupis, Lanun, Ketot, Semanggi, Kentang goreng dan lain sebagainya. Untuk minuman, selain minuman tradisional, Waroeng Kemarang juga menyediakan minuman standar umum. Menu minuman yang disediakan Waroeng Kemarang antara lain: Secang, Temulawak, Teh Serai, Kelapa Muda, Jus Buah2an, Teh, Kopi, dls.






Gambar: Menu Makanan Tradisional Khas Banyuwangi: Sego Tempong, Pecel Pitik, Uyah Asem, Rujak Soto





Gambar: Best Seller Waroeng Kemarang: Kue Kucur Gula Aren, Onde-onde, Pisang Goreng



Gambar:

Salah satu Menu Waroeng Kemarang yang tidak boleh Naik harganya sejak berdiri: Kopi Ndeso, Kopi Lereng Gunung Ijen, hanya Rp.3000,-


Bagi kami, menentukan Harga adalah memiliki nilai-nilai seni tersendiri. Harga tidak semata-mata dihitung dari nilai pokok ditambahkan gain keuntungan prosentase tertentu secara sama untuk semua makanan dan minuman. Oleh karena Waroeng Kemarang memiliki segmentasi mulai dari kalangan ekonomi bawah sampai atas, maka ada beberapa menu yang memiliki harga murah (prosentase keuntungan kecil) dan ada menu yang memiliki harga mahal (prosentase keuntungannya sedang). Contoh seperti Kopi Hitam, kami beri harga hanya Rp.3000,- namun kami takar menggunakan gelas ukuran kecil dan ndeso. Sego Tempong yang adalah makanan khas orang pedesaan hanya kami hargai Rp.10,000. Hanya dengan uang Rp.5000,- sudah mendapatkan 4 potong kue kucur. Namun, Rujauk Soto Daging, kami harhai Rp.25,000,-. Survey pada restorant sejenis disekitar, juga kami lakukan untuk dijadikan referensi atau acuan harga-harga yang kami terapkan di Waroeng Kemarang, agar harga kami tidak jauh berbeda dengan harga pasar.

Dengan variasi harga yang terjangkau dari bawah sampai atas, dan kondisi sawah dan bangunana yang sederhana, namun memiliki suasana nyaman dan udara segar, kami harapkan Waroeng Kemarang menjadi pilihan dan digemari oleh semua kalangan dari bawah sampai atas, dari muda sampai senior.

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Kemarang News

© 2020 by Kemarang Group