Cari
  • Waroeng Kemarang

Metode dalam membuat Konsep dan Strategi Usaha

Ketika kami mengikuti training Pre-Retirement di Bandung, kami sangat terkesan dengan Metode yang diajarkan oleh Motivator Bpk. Junaidi, yaitu ATM (Amati Tiru dan Modifikasi). Metode ATM ini tidak sulit untuk diterapkan dan tidak memerlukan banyak usaha. Siapa pun bisa mengadopsi metoda ATM ini, yang berpendidikan tinggi hingga yang buta huruf, yang memiliki modal kapital besar maupun yang bermodal “pesangon” dari 29 tahun bekerja di CPI seperti kami. Yang dimaksud dengangan AMATI adalah mengamati bisnis yang sukses telah dijalankan orang lain. Mengamati bukan hanya melihat, akan tetapi mempelajari seluk beluk bisnisnya, menganalisis dan menyimpulkan apa-apa yang baik untuk ditiru. TIRU adalah melakukan tindakan atau action. Cara meniru tidak perlu repot memeras otak dan energi untuk merancang sistem dan berbagai hal teknis, namun adalah cara yang sangat mudah untuk dilakukan, asal pengambilan kesimpulan ketika mengamati dibuat dengan baik, serta tidak melanggar prinsip Etika Bisnis dan Perturan yang barlaku. MODIFIKASI adalah langkah menambah kelebihan-kelebihan yang bisa dibuat yang bertujuan untuk menutup kelemahan hasil pengamatan atau menambah nilai-nilai agar semakin banyak variasi dan kratifitasnya. Pada tahapan Modifikasi inilah diperlukan ide, kreativitas dan kejelian, agar perubahan/penyesuaian yang dilakukan dapat menambah daya tarik produk dan efektifitas usaha.

Sesuai dengan perencanaan kami untuk membuat usaha destinasi wisata kuliner di pedesaan, nuansa makan ditepi sawah, maka kami menentukan obyek yang akan kami lakukan untuk metode ATM. Beberapa tempat usaha yang kami amati antara lain adalah:

- Resto Saung Sawah, Bogor

- Gubug Makan Mang Engking, Bintaro

- Sapu Lidi, Bandung

- Kampung Daun, Bandung

- Kopi Klotok, Yogjakarta

- Bakmi Mbah Gito, Yogjakarta

- Kedai D’Sawah, Ubud – Bali

- Bebek Tengah Sawah, Ubud – Bali

Dari beberapa usaha yang kami amati tersebut, sesuai dengan kondisi lokasi dan keinginan kami, ATM kami mengerucut ke 2 tempat yaitu Kopi Klotok-Yogjakarta dan Bakmi Mbah Gito-Yogjakarta, bahkan kunjungan kami ulangi lagi beberapa kali, sampai bisa ketemu dan belajar langsung dengan ownernya.





Dari proses pengamatan dengan waktu yang berbeda-beda oleh anggota keluarga yang berbeda dan bersa, kami brainstorming dan membuat konsep dan strategi apa yang bisa ditiru. Kami berangkat dengan satu pertanyaan: Mengapa Kopi Klotok – Yogjakarta dan Bakmi Mbah Gito itu ramai sekali pengunjungnya, padahal lokasinya seperti halnya rencana usaha kami, yaitu lumayan jauh dari pusat kota (10-20 KM). Kami dapat menyimpulkan ada 5 kata kunci hasil pengamatan, yang bisa ditiru untuk strategi usaha kami, yaitu:

- Tradisional,

- Sederhana,

- Enak,

- Murah,

- Nyaman.


Bangunan yang dipergunakan adalah sebuah rumah Tradisional desa dengan Isi perabot, perlengkapan dan fasilitas Sederhana, Menu Makannya Tradisional dan Enak rasanya, Harganya Murah, Suasana udara pedesaannya Nyaman dan segar.

Lokasi strategis sawah yang kami miliki sangat mendukung ke 5 strategi yang telah kami tentukan diatas. Desa Tamansuruh, di mana Waroeng Kemarang berdiri memiliki jarak 8 KM dari pusat Kota Banyuwangi, hanya 6 KM dari Stasiun Kereta Api Kota Banyuwangi, dan untuk ke Pal Tuding (Pos pendakian Kawah Ijen), hanya 20 KM. Tidak jauh, sekitar Waroeng Kemarang, terdapat beberapa Destinasi Wisata baik yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah maupun Swasta, seperti: Desa Wisata Adat Osing – Kemiren, Pemandian Kalikotak Tamansuruh, Agro Wisata, Air Terjun Jagir, Perkebunan Kalibendo, Gandrung Terakota, Java Jiwa Banana, dan wisata-wisata alam lainnya.



Postingan Terakhir

Lihat Semua

Kemarang News

© 2020 by Kemarang Group