Cari
  • Waroeng Kemarang

Nilai Tambah: Kesenian Tradisional

Sebagai kelanjutan tahapan dari Metode ATM (Amati Tiru dan Modifikasi) yang memerlukan pemikiran dan kreatifitas berikutnya adalah ketika melakukan Modifikasi dari hasil Amati dan Tiru. Menurut pengamatan kami dari beberapa restoran yang telah amati dan tiru, yang belum dimiliki dan ingin kami tambahkan sebagai Modifikasi adalah: KESENIAN Tradisional Osing Banyuwangi. Sebagai orang asli yang dibesarkan di Banyuwangi, kami tidak asing lagi dengan kesenian asli suku Osing Banyuwangi. Bukan hanya mengenal dan mengetahui, bahkan kami bisa memainkan berbagai alat music tradisional Banyuwangi, dan pernah menarikan tari-tarian yang melegenda di Banyuwangi. Untuk itu kami memilih untuk melengkapi Waroeng Kemarang dengan kesenian-kesenian: Gandrung, Barong, Gamelan Angklung, serta Kendang Kempul.


Gandrung adalah salah satu jenis tarian rakyat yang berasal dari Banyuwangi. Kata "Gandrung" artinya adalah terpesonanya, dimana dihubungkan dengan terpesonanya masyarakat Banyuwangi yang hidup agraris, kepada "Dewi Sri" yg diyakini sebagai Dewi Padi di sawah yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Tarian Gandrung dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setiap habis panen, dengan menampilkan seorang atau beberapa wanita penari profesional yang berpakaian kuluk/omprog di kepala serta baju yang penuh dengan ukiran seni warna dominan keemasan-hitam-disebut gandrung. Tamu yang hadir (pria dan wanita) juga diberi kesempatan untuk menari dan bersuka cita bersama, dinamakan Maju Gandrung. Tari Gandrung diiringi dengan alat musik seperti kendang, kempul, biola, gong, dan perkusi (keluncing), serta pesindan yang menyanyilan lagu-lagu puisi Bahasa Osing yg penuh makna.



Gambar:

Kesenian “Paju Gandrung” Gratis Seiap Malam Minggu, menjadi Trade Mark dan Destinasi Wisata di BWaroeng Kemarang Banyuwangi, selain itu juga menampilkan acara tarian gandrung masal spektakuler antara lain adalah: “Gandrung Ditengah Sawah”.


“Barong”adalah figur dalam mitologi Masyarakat. Penampilan barong digambarkan dalam berbagai bentuk samaran seperti binatang, dan yang paling terkenal dan dipuja dari semuanya adalah figur makhluk berkaki empat dengan kepala singa. Barong Banyuwangi merupakan metamorfosa dari barong-barong lain seperti barong Ponorogo dan Barong Bali, hanya saja memiliki ke-khas-an yaitu sayap dan mahkota yang juga menonjol. Setiap Barong memiliki kisah legenda pada masyarakat setempat. Waroeng Kemarang memiliki Barong yang kami namakan "Barong Emas". Tokoh figur yang menjadi panutan adalah "Buyut Pujan", seorang petani perantau dari Desa Kemiren, yang konon adalah merupakan pembabat hutan Puthuk Lemarang yang angker, sampai menjadi sawah dan menghasilkan padi untuk kemakmuran masyarakat Dukuh Lemarang Desa Tamansuruh tersebut. Buyut Pujan terkenal baik budi, suka kesenian, kaya-raya dan juga suka menyimpan hartanya secara rahasia dalam bentuk emas. Barong Emas ditampilkan untuk njoget (menari) dan arak-arakan (pawai), diyakini dapat menghadirkan figur Buyut Pujan yang dijadikan panutan (role model) bagi masyarakat, mengusir segala roh jahat dan mara bahaya namun juga menghadirkan kedamaian dan sukacita. Diiringi oleh alat musik: perpaduan 2 kendang yang rancak dan tempo sabgat cepat, bersama kempul, kecrek, serta gong, sehingga membuat suasana ceria dan bersemangat. Baroeng Emas sering ditampilkan untuk menjemput, mengiring/mengawal tamu, serta arak2an mengelilingi kampoeng.


Gambar:

Kesenian “Baroeng” malakukan Pawai mengelilingi sawah Seiap Hari Minggu, menjadi Ritual rutin, untuk menjaga sekeliling area Waroeng dari segala macam gangguan.


Gamelan Angklung”adalah kesenian khas Banyuwangi. Para pemainnya terdiri dari 12 sampai 14 orang. Instrumen musik terbuat dari bambu ditambah dengan kendang, kempul, gong, dan gmelan gambang (dari logam) yang bernama slentem, peking, serta saron. Gamelan Angklung dipergunalan untuk mengiringi lagu-lagu Banyuwangi yang bertangga nada slendro, serta mengiringi tari-tarian Banyuwangi. Gamelan Angklung dapat dimainkan menjadi beberpa jenis, antara lain: “Angklung Caruk”. Kata "caruk" berasal dari kata asli Banyuwangi yang berarti "pertemuan". Dua kelompok bertemu dan bersaing untuk bermain angklung bersama yang disebut angklung caruk. Biasanya ada tiga kelompok penonton. Satu kelompok mendukung satu kelompok angklung dan kelompok penonton lainnya mendukung kelompok angklung kedua. Kelompok ketiga adalah penonton netral. Jenis permainan angklung yang lain adalah: “Angklung Paglak”. Paglak adalah gubuk sederhana yang dibangun di sawah atau di dekat pemukiman. Paglak dibangun dari bambu dan dibangun sekitar 10 meter di atas tanah. Jadi, jika seseorang ingin masuk ke dalam gubuk, ia harus memanjat untuk mencapainya. Fungsi bangunan ini sebagai tempat untuk menjaga padi dari burung. Petani biasanya menjagas sawah sembari bermain alat musik angklung dalam paglak tersebut. Karena itu, seni ini disebut angklung paglak.vAngklung Paglak terdiri dari 2 buah angklung ditambah dengan 2 buah kendang kecil, biasabya membakan lagu-lagu khas Banyuwangi dengan tempo yang tinggi/cepat dan bersahut-sahutan (timpalan), sehingga dapat memacu semangat dan keceriaan masyarakat yang mendengarkannya.



Gambar:

Kesenian “Gamelan Angklung” Menjadi Hiburan Live Gratis, setiap Hari Minggu


“Kendang Kempul” adalah nama seperangkat alat musik yang mengiringi lagu-lagu Osing Banyuwangi. Sebenarnya, alat musiknya terdiri dari berbagai alat musik modern seperti organ, gitar melodi, gitar bass, namun, peralatan yang ditonjolkan adalah Peralatan musik trafisional nya yaitu Kendang dan Kempul. Kendang dan Kempul juga sering dipadukan dengan alat musik modern termasuk juga drum, mengiringi lagu bahasa Osing yang terus berkembang sesuai perkembangan dunia permusikan. Selain irama khas kendang kempul, Berbagai genre dan irama musik juga dapat dibawakan oleh kendang kempul seperti Pop, dangdut, bosanova, rock, sampai koplo.


Gambar:

Kesenian menggunakan Alat Musik Modern “Kendang Kempul” Menjadi Hiburan Live Gratis, setiap Hari Minggu

Gambar:

Jadwal Kesenian Rutin Gratis di Waroeng Kemarang setiap Week-End. Namun bila ada Tamu yang ingin menampilkan Kesenian diluar Jadwal Rutin, maka ada trif tersendiri.


Acara kesenian tersebut diatas menjadi nilai tambah Waroeng Kemarang, baik diadakan pada acara Live yang menjadi acara rutin (gratis), selain itu juga menjadi acara yang dapat dipesan atau permintaan khusus dari tamu dan telah menjadi paket kesenian dengan tariff terpisah. Semula, kami agak nekad, menyelenggarakan acara rutin kesenian setiap Malam Minggu, yaitu paket Kesenian “Paju Gandrung” gratis untuk tamu yang datang makan malam. Ada atau tidak ada tamu, “Paju Gandrung” kami selenggarakan. Bahkan, sampai kami berikan voucher (makan gratis) pada seniman-seniman yang mau menari Maju Gandrung. Secara konsisten setiap malam minggu selalu terselenggara dengan baik. Hinga saat ini, Paju Gandrung setiap malam Minggu di Waroeng Kemarang sudah menjadi destinasi dan daya tarik Tour Leader dan Wisatawan yang datang di Banyuwangi. Bahkan setiap Malam Minggu Rumah Adat Terbesar sebagai ruang Utama selalu penuh dan perlu menambah kursi tambahan, untuk menampung tamu-tamu rombongan yang ingin makan malam sambil menikmati Tari Paju Gandrung yang adalah merupakan hiburan khas masyarakat pedesaan suku Osing ini.

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Kemarang News

© 2020 by Kemarang Group